11 Mar
ROOF SANDWICH PANEL PIR

Dalam dunia clean room, pemakaian sandwich panel PIR sudah lazim, dan mulai menggantikan PU, dimana investasi mesin PIR dengan system continuous line jauh lebih mahal dibanding mesin konvensional / manual PU. Kelebihan mesin continuous line adalah mampu memproduksi lebih cepat, dan menghindari koreksi material setelah produksi. Produksi PU umumnya satu persatu, lalu dipress, baru dipindahkan, membutukan waktu lebih lama, sehingga bila pengerjaan pada proyek besar maka PU ini tidak mumpuni dalam menghadapi schedule ( kecuali curi start produksi ) 

Lalu apa bedanya PIR dengan PU ? 

PIR merupakan singkatan dari POLY ISOCYANURATE, dimana bahan ini berbeda dengan bahan PU ( poly urethane ). PIR tidak mudah terbakar ( fire retardant ) dibanding PU yang lebih cepat terbakar. Hal ini yang membuat beberapa industry food, pharmacy yang membutuhkan proses produksi yang berkesinambungan dan panjang harus memakai PIR ini. Umumnya beberapa fase produksi dipisah, alias di tembok / di berikan sekat sandwich panel PIR. Sehingga bila terjadi kebakaran, maka seluruh rangkaian tidak habis terbakar, tetapi hanya setempat, dan diharapkan bisa dipadamkan sesegera mungkin. 

Bagaimana dengan atap PIR ? 

FIRM menyediakan atap PIR, dimana atap ini selain hampir kedap suara ( hujan, lalu lintas ), juga memberikan performance yang bagus dalam menyerap panas, dan ( INI YANG TERPENTING ),  tidak menghantarkan temperature ke luar ( misalnya ac dalam ball room tidak keluar dari atap metal secara radiasi ), karena rangkaian atau profile PIR, sama sekali tidak ada pertemuan antar dua pelat ( tidak ada HEAT TRANSFER ). 

Bisa dibayangkan kalau ada ball room besar, convention centre, ruang konser, hotel, penthouse, atau apapun, lalu memakai atap metal dengan lapisan yang banyak, performance dari atap metal berlapis-lapis ini juga tidak menjamin tidak ada nya heat transfer atau sound transmission ( suara tidak masuk dari luar atau kelaur dari dalam ). Selain itu pada beberapa bangunan, lapisan bawah atap ini bisa menjadi plafon.

Atap dengan lapisan insulasi ( roof mesh + al foil + glass wool + al foil ( opsi ) + atap metal ) sudah bukan jamannya lagi. Selain pemasangan butuh kerapihan, ada hal yang harus diingat bahwa GLASS WOOL, sebenarnya tidak boleh dalam keadaan terbuka alias untuk out door. Kita tidak bisa menjamin lapisan alumunium foil di bawah glasswool, akan memproteksi terobosan / kebocoran  dari pada serat glasswool. Serat-serat yang kecil dan tipis ini menerobos keluar celah sambungan al foil dan beterbangan di udara, dan hal ini berbahaya untuk paru-paru manusia bila terhirup ( secara tidak sengaja ). 

Apakah insulasi ROCKWOOL tidak bermasalah?  jawabannya tidak, karena ROCKWOOL jauh lebih berat, density diatas 60 kg / m3 ( mis : pembangkit listrik ) atau 100 kg / m3 ( mis :  data centre ), sehingga tidak mudah beterbangan di udara. Beberapa ahli insulasi mengatakan kepada kami, bahwa ROCKWOOL / stone  / mineral wool tidak berbahaya untuk manusia, karena serat nya berbeda. Tidak banyak arsitek, atau konsultan yang mengerti hal ini, kebanyakan di kepala mereka hanya harga murah, sedangkan owner banyak yang awam mengenai hal ini. 

FIRM menyadari hal ini, cepat atau lambat, hal ini bisa menjadi masalah, maka kami mulai memasarkan atap PIR. Atap PIR tidak mudah terbakar, dengan lapisan pelat terbuat dari zincalume colorbond yang mempunyai usia pakai ( life time ) yang panjang, lalu tidak menghantarkan panas atau dingin baik keluar ataupun masuk, hal ini dipekirakan bisa menjadi solusi, meskipun dari sisi harga lebih mahal dibanding atap dengan lapisan-lapisan insulasi.

Komentar
* Email tidak akan dipublikasikan di situs web.